Jumat, 16 Maret 2012

Kemagnetan

Magnet merupakan benda yang mempunyai kemampuan untuk menarik beberapa benda yang lain, seperti besi dan baja.
Kata magnet berasal dari daerah Yunani yang bernama Magnesia. Di daerah Magnesia ini ditemukan magnet alam yang disebut batu magnet.

Kutub Magnet
Kutub magnet terdiri dari dua jenis, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kecenderungan kedua kutub tersebut selalu mengarah ke utara dan selatan. Bumi merupakan alamiah atau magnet besar yang dapat dibayangkan sebagai magnet batang. Hal ini dapat dibuktikan dengan jarum kompas yang selalu menunjuk kearah utara dan selatan. Kutub magnet dapat mengalami penyimpangan, yakni

a. Deklinasi
Deklinasi adalah sudut yang dibentuk antara arah utara dan selatan geografi dengan arah utara-selatan kompas. Berikut ini adalah hal yang berkaitan dengan deklinasi.
1.  Isogan adalah garis-garis pada peta deklinasi yang menunjukkan tempat yang deklinasinya sama.
2.  Agon adalah garis-garis pada peta deklinasi yang menunjukkan tempat yang deklinasinya nol.
3.    Deklinasi positif apabila kutub utara jarum kompas menyimpang ke timur.
4.    Deklinasi negatif apabila kutub utara jarum kompas menyimpang ke barat.
b. Inklinasi
Inklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh medan magnetik di sembarang titik dengan arah horizontal. Besar inklinasi di tempat-tempat permukaan bumi tidak sama.
1.    Khatulistiwa magnet bumi adalah tempat-tempat yang mengelilingi bumi dengan inklinasi nol.
2.    Kutub magnet bumi adalah daerah yang inklinasinya 90°

Sifat-sifat Magnet
  • Jika dua kutub magnet yang sejenis didekatkan, akan tolak menolak
  • Jika dua kutub magnet yang tidak sejenis didekatkan, akan tarik menarik
  •  Kutub-kutub magnet merupakan daerah dengan gaya magnet terkuat
  •  Arah garis gaya pada kutub utara magnet mengarah ke luar, sedangkan pada kutub selatan mengarah kedalam


Gaya Tarik Magnet
Bagian magnet yang memberika gaya tarik terbesar terhadap benda-benda lain adalah pada ujung-ujungnya. Gaya tarik-menarik terjadi antara dua kutub megnet yang tak sejenis saling didekatkan. Sedangkan gaya tolak magnet terjadi jika antara dua kutub megnet sejenis saling didekatkan.

Bahan Magnet dan Teori Kemagnetan
Berdasarkan kuat-lemahnya gaya tarik magnet terhadap suatu bahan, dapat diklasifikasikan menjadi :
  • Bahan ferromagnetik, yaitu bahan yang ditarik dengan kuat oleh magnet. Contoh : baja, besi dan kobalt.
  • Bahan paramagnetik, yaitu bahan yang ditarik dengan lemah oleh magnet. Contoh : allumunium, magnesium, platina dan mangan.
  • Bahan diamagnetik, yaitu bahan yang tidak ditarik bahkan cenderung ditolak magnet. Contoh : bismuth, seng, timbal, emas, perak, dan tembaga.

Magnet sendiri juga dibedakan menjadi magnet alami dan magnet buatan. Magnet alami adalah magnet yang telah tersedia di alam. Magnet buatan adalah magnet yang sengaja dibuat manusia. Beberapa benda ferromagnetik dapat dibuat menjadi magnet melalui 3 cara, yaitu :
  •   Menggosok magnet pada bahan ferromagnetik secara berulang-ulang dan searah. Kutub magnet baru yang dihasilkan selalu berlawanan arah dengan kutub magnet penggosok.
  • Mengalirkan arus listrik pada bahan ferromagnetik. Magnet jenis ini disebut juga elektromagnetik.
  • Membuat magnet dengan induksi, yaitu peristiwa terbentuknya magnet dari bahan ferromagnetik yang terdekat dengan magnet.
Teori kemagnetan menyatakan bahwa :
“jika sebuah magnet dipotong-potong menjadi bagian yang kecil-kecil, maka tiap potongannya tetap bersifat magnet lengkap dengan kedua kutubnya, sehingga magnet tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.”
Cara menghilangkan sifat kemagnetan pada magnet :
  • Dipukul dengan palu
  • Dibakar atau dipanaskan
  •  Dialiri arus bolak-balik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar