Senin, 14 Mei 2012

Gangguan Pada Alat Ekskresi


1.   Gangguan pada Paru-paru
a.   Pleuritis
Pleuritis adalah peradangan dari lapisan sekeliling paru-paru (pleura). Ada dua pleura yaitu visceral pleura (pelindung paru) dan parietal pleura (pelindung dinding bagian dalam dari dada). Dua lapisan tersebut dilumasi oleh cairan pleural.
Serat-serat nyeri dari paru berlokasi pada pleura. Ketika jaringan ini meradang, itu berakibat pada nyeri yang tajam pada dada yang memburuk dengan napas. Gejala lainnya dapat termasuk batuk, kepekaan dada dan sesak napas.
b.   TBC
Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Micobacterium tuberculosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifta tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tsb diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).
c.    Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru. Patogenesis kanker paru belum benar-benar dipahami. Sepertinya sel mukosal bronkial mengalami perubahan metaplastik sebagai respon terhadap paparan kronis dari partikel yang terhirup dan melukai paru. Sepertinya aktivitas metaplastik terjadi akibat pergantian lapisan epitelium kolumnar dengan epitelium skuamus, yang disertai dengan atipia selular dan peningkatan aktivitas mitotik yang berkembang menjadi displasia mukosal. Rentang waktu proses ini belum dapat dipastikan, hanya diperkirakan kurang lebih antara 10 hingga 20 tahun.
2.   Gangguan pada Hati
a.   Hepatitis
Penyakit hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis dikategorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepatitis, A, B, C, D, E, F, dan G. Di Indonesia penderita penyakit umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C.
1.    Hepatitis A, merupakan penyakit yang ditularkan melalui makan yang tercemar dan air. pengidap hepatitis A biasanya cepat sembuh dengan istirahat yang cukup sehingga dalam tubuhnya terbentuk sistem kekebalan terhadap virus tsb.
2.    Hepatitis B, ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya dengan berbagai cara, seperti transfusi darah, penggunaan narkoba suntik, dan perpindahan dari ibu ke bayi. Infeksi pada 90% orang dewasa dapat disembuhkan oleh sistem kekebalan tubuh tanpa pengobatan.
3.    Hepatitis C, disebarkan melalui darah, jarum suntik, dan peralatan laiinya, juga dari ibu ke bayi. Virus hepatitis C belum memiliki vaksinnya, tetapi virus tsb merupakan satu-satunya virus yang dapat diberantas dari tubuh oleh obat.
b.   Kanker Hati
Hati terdiri atas beberapa jenis sel sehingga beberapa jenis tumor dapat terbentuk pada organ ini. beberapa tipe tumor yang tidak berbahaya, diantaranya hemangioma, hepatic adenomas, dan focal nodular hyperplasia. Selain itu juag terdapat tipe tumor yang berbahaya, seperti hepatocellular carcinoma.
c.    Sirosis
Sirosis merupakan puncak dari penyakit hati yang kronis sehingga menyebabkan guratan pada hati dan hati menjadi tidak berfungsi. Keaadaan itu dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi termasuk adanya akumulasi cairan dalam perut (asites), ketidaknormalan perdarahan, dan meningkatkan tekanan pembuluh darah hati.
3.   Gangguan pada Ginjal
a.   Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urin penderita mengandung albumin. Albumin adalah protein yang bermanfaat bagi manusia karena berfungsi untuk mencegah agar cairan tidak terlalu banyak keluar darah. Penyakit ini menyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari saringan ginjal dan terbuang bersama urin. Penyakit ini antara lain disebakan oleh kekurang protein, penyakit ginjal, dan penyakit hati.
b.   Hematuria
Hematuria (kencing darah) adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urin penderita mengandung darah. Penyakit ini antara lain disebabkan oleh peradangan ginjal, batu ginjal, dan kanker kandung kemih.
c.    Nefrolitiasis
Nefrolitiasis (batu ginjal) adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan adanay batu pada ginjal, saluran ginjal dan kandung kemih. Batu ginjal umumnya mengandung garam kalsium, antara lain kalsium oksalat, kalsium fosfat, atau campurannya. Batu ginjal terbentuk karena konsentrasi unsur-unsur tsb dalam urin tinggi, yang dipercepat dengan infeksi dan penyumbatan pada ureter.
d.   Nefritis
Nefritis adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan peradangan ginjal, khususnya nefron. Proses peradangan biasanya berasal dari glomerulus, kemudian menyebar ke jaringan sekitarnya.
e.   Gagal Ginjal
Gagal ginjal dalah ketidakmampuan ginjal menjalankan fungsinya, akibatnya zat-zat yang seharusnya dapat dikeluarkan melalui ginjal menjadi tertumpuk dalam darah. Gagal ginjal antara lain disebabkan oleh nefritis. Penyakit ini dapat diatasi dengan dialisis ginjal (cuci darah) dan transplantasi ginjal dari donor.
f.     Diabetes Insipidus
Diabetea insipidus adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan meningkatnya jumalah urin sampai 20-30 kali lipat karena kekurang hormon antidiuretika (ADFI). Penyakit dapat diatasi dengan pemberian ADH sintetik.
g.    Diabetes Melitus
Diabetes melitus adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan kadal glukosa darah melebihi normal karena kekurangan hormon insulin.
h.   Kencing Batu
Kencing batu disebabkan pembentukan endapan zat kapur (kalium) dalam ginjal. Endapan ini terjadi pada rongga ginjal atau dalam kantong kemih. Endapan yang terbentuk di dalam rongga ginjal disebut batu ginjal, sedangkan endapan yang terbentuk di kandung kemih disebut kencing batu.
4.   Gangguan pada Kulit
a.   Jerawat
Jerawat adalah suatu keaadan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang.
b.   Panu
Panu merupakan infeksi jamur yang disebabkan Malasezia furfur, yaitu jamur yang merupakan flora normal pada kulit manusia, ditandai dengan bercak lesi yang bervariasi mulai dari hipopigmentasi (putih), kemerahan samapi kecoklatan atau hiperpigmentasi.
c.    Biduran
Biduran disebabkanoleh udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan kimia. Biduran ditnadai dengan timbulnya bentol-bentol yang ridak beraturan dan terasa gatal.
d.   Ringworm
Ringworm adalah sejenis jamur yang menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di kulit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar